1.64
Terkumpul
Rp 820.000
Cinta Ingin Jadi Hafidzah
Di Posting: 26 Januari 2021

Cinta, gadis disabilitas netra dan sangat ceria. 13 tahun menghadapi gelap nya dunia. Akan tetapi itu tak membuat nya putus asa. Ia rerus belajar dan berlatih untuk meraih cita-cita.

1.64%
Terkumpul
Rp 820.000
Target
Rp 50.000.000
Waktu
12 hari lagi

“Walaupun tidak bisa melihat, saya ingin jadi hafidzah” Kata Cinta

 

db603c65-e7f1-44d1-8e8c-0066e5a3fe4d.jpg

 

13 tahun sudah Cinta menghadapi gelapnya dunia. Ia tidak bisa bermain dan sekolah layaknya anak-anak seusia. Cinta tumbuh dengan kondisi fisik lemah dan hanya bisa mendengarkan suara di sekitarnya. Walaupun begitu, ia tidak pernah patah semangat dan merasa kecil.

5 tahun lalu, dari siaran televisi. Cinta mendengar bahwa anak yang hafal Al-Qur’an. Bisa memakaikan mahkota untuk orang tuanya di surga. Sejak saat itu, Cinta sangat bersemangat menjadi hafidzah.

Ia berusaha mendengarkan orang yang mengaji di sekitarnya. Perlahan-lahan ia tirukan. Kata demi kata, kalimat demi kalimat Al-Qur’an Cinta eja, agar melekat di kepala. Ia juga memohon, agar ponsel ibunya diisi dengan murottal. Supaya ia bisa terus mendengar dan menghafalkan Al-Qur’an.

Selama 5 tahun belajar, Cinta ternyata hanya hafal 4 juz. Menurut ustadzahnya, Cinta mungkin kurang cocok menggunakan metode dengar. Cinta seharusnya belajar menggunakan Alquran braille. Akan tetapi, di Celukan Bawang, Buleleng, belum ada Al-Qur’an braille dan orang yang bisa mengajarinya.

“Cinta ini anak hebat. Memang kondisinya kekurangan (tidak bisa melihat) dan fisiknya lemah. Tapi semangatnya menghafal Al-Quran sangat luar biasa. Ia seharusnya belajar menggunakan Alquran braille. Tapi, tempat kami tidak punya fasilitas tersebut. Ruang kelas saja, kami masih kurang. Apalagi pengadaan Al-Quran braille dan guru yang mengajarinya. Jujur, wali murid dan kami di sini bukan orang kaya. Rata-rata ekonomi kami ya pas-pas an, bahkan beberapa ada yang miskin. Bisa mendirikan tempat ini saja kami bersyukur” terang ustadzah yang mengajari Cinta.

Walaupun begitu, Cinta tidak pernah putus asa. Ia tetap berangkat mengaji dan bertekad menghafal Al-Qur’an. Semangatnya menular, bahkan membuat kagum Ustadzah dan teman-temannya. Setiap Cinta ingin wudhu atau ke kamar mandi. Mereka berebut untuk mengantarnya.

“Saya ingin jadi teman Cinta dan punya semangat menghafal kayak dia” kata salah satu teman Cinta.

Sobat, semangat dan cita-cita Cinta memanglah luar biasa. Namun, hal tersebut butuh perjalanan panjang. Agar Cinta jadi hafidzah, diperlukan fasilitas yang cukup. Seperti Al-Qur’an braille, ustad/ustadzah yang mengajari dan ruangan khusus agar ia bisa belajar maksimal. Mari, wujudkan cita-cita Cinta agar menjadi nyata, dengan cara
 

Klik tombol "DONASI SEKARANG"

Masukkan nominal donasi

Transfer ke no. rekening yang tertera

Konfirmasi ke WA Center 081237671819 setelah melakukan donasi

Sobat, juga bisa ikut membagikan postingan ini ke teman atau saudara-saudara. Agar semakin banyak yang peduli dan berbagi. Insya Allah kebaikan Anda, menjadi ladang pahala dan keberkahan.

Belum ada update penyaluran dana
donasi sekarang