0.07
Terkumpul
Rp 1.550.000
Bangun 1000 Rumah untuk Korban Gempa Lombok
Di Posting: 21 September 2018

Saat siang panas sekali kondisi dan malam dingin sekali, anak-anak dan bayi rewel karena tak nyaman bahkan sakit-sakitan. Mereka sangat butuh tempat tinggal yang layak. Yuk bangun Rumah Semi Permanen untuk mereka. :)

0.07%
Terkumpul
Rp 1.550.000
Target
Rp 2.147.483.647
Waktu
17 hari lagi

“Bangun kembali rumah kami. LOMBOK BANGKIT”  begitulah tulisan yang dibuat oleh adik Nino, seorang anak yatim di pengungsian gempa Lombok.

Dengan penuh semangat adik Nino menulis di papan untuk bisa bangkit dari kesedihan. Ia sangat berharap mendapat rumah harapan untuk bisa tinggal lebih nyaman bersama neneknya.

Nino adalah seorang anak yatim sejak kelas 1 SD karena ayah sakit dan telah meninggal dunia sedangkan Ibunya sudah menikah lagi. Saat ini Nino tinggal bersama neneknya .Yaitu nenek Sukiyah yang sempat ditemui oleh tim relawan DSM Bali saat membeli jualan nenek sukiyah yang menjual nasi bungkus seharga Rp 2.000 di Ds. Sangiang Kec. Selengan, KLU.

Saat terjadi gempa adik Nino sedang bermain di rumah pamanya, sontak kemudian ia berlari ke luar rumah hingga kakinya terkilir. Pasca gempa terjadi adik Nino dan neneknya tinggal di tenda pengungsian bersama pamannya Bapak Suardin.

“Yang kami sangat butuhkan saat ini adalah hunian atau tempat tinggal. Karena siang hari terasa sangat panas dan malam sangat dingin, sedangkan saat ini kami masih tinggal di tenda terpal. Sebentar lagi musim hujan akan tiba, jadi kami merasa khawatir nanti kalau terjadi hujan tenda terpal akan roboh atau kebanjiran, saya berharap rumah harapan bisa dibangun untuk rumah harapan adalah harapan kami untuk tinggal lebih nyaman” cerita Pak Suardin saat tim relawan DSM menemui di tenda pengungsian.

Hal yang paling urgent adalah bayi, anak-anak dan ibu hamil agar mereka nyaman dan sehat.
Rumah Harapan merupakan rumah semi permanen. Insya Allah dapat bertahan lebih dari 5 tahun bahkan lebih.

DSM rencana membangun 1000 rumah semi permanen melalui program Rumah Harapan. Tahap pertama yang menjadi fokus adalah Dusun Sangiang, Desa Selengen, Lombok Utara. Daerah ini tandus dan pelosok sehingga jarang bantuan datang di dusun ini.

Saat ini (per tanggal 21 September 2018) sudah 6 rumah dibangun. Pembuatan rumah didahulukan adalah bayi dan ibu hamil, anak-anak, jompo, fakir miskin.

1 rumah harapan membutuhkan biaya 8 juta rupiah. Sobat dapat berdonasi secara kolektif.

Berikut spesifikasi rumah harapan :
- Ukuran rumah 6 x 4 m2
- Ruangan 2 kamar tidur dan 1 ruang keluarga
- Dinding bahan kalsiboard
- Atap spandeck

 

Adik Kaenan (bayi 9 bulan) keluarga penerima Rumah Harapan.

Salah satu ruang kamar di rumah harapan

contoh salah satu rumah harapan, jika anda berdonasi atas nama perusahaan atau komunitas bisa diberikan spanduk branding.

Bagaimana cara membantu bangun rumah harapan ? Klik donasi dan isikan jumlah terbaik donasi anda. Berapapun donasi anda sangat membantu. bantu share ya :)
UPDATE PENYALURAN DANA
14 November 2018

Adik Kainan Kini Tersenyum Lagi

Adik Kainan dan Ibu Ika tertimpa reruntuhan rumahnya saat gempa Lombok. Mereka tak sempat melarikan diri, beruntung kakak yang juga tetangga menolongnya.
Wajah Ibu dan anak ini berlumur darah. Jari Kainan nyaris putus karena tertimpa reruntuhan, sang Ibu kepala dan telinganya tertimpa genting dan seng. Begitu cerita tetangga yang menolongnya.
Malam pertama pasca gempa, warga tidur di lapangan beralaskan tanah dan beratapkan langit. Tanpa bantal dan selimut, baru hari kedua warga membuat dua tenda yang ditempati 86 KK.
"Saat siang sangat panas udaranya dalam tenda dan malam sangat dingin. Anak-anak tidak nyaman, bahkan Kainan sangat hitam karena terbakar panasnya matahari." Cerita Ibu Swastin, bibirnya Kainan.


"Alhamdulillah sekarang dengan rumah harapan kami senang dan nyaman. Adik Kainan ceria dan tidak gosong lagi." Cerita Ibu Kainan didampingi Ibu Suwastin, seseorang yang menolong nyawanya di reruntuhan.


Kini Ibu Swastin juga tinggal di Rumah Harapan, suami mereka berdua sama-sama merantau ke Kalimantan.
Terimakasih para donatur, kontribusi kita kembalikan senyum dan harapan mereka, saudara yang mencoba bangkit di Lombok.
Masih ada ratusan keluarga lain yang ingin bangkit dan punya rumah harapan, mari ambil peran berikan harapan baru.

donasi sekarang