Samakah Ibadah Zakat dan Ibadah Qurban?
15 Juli 2021

Zakat dan Qurban adalah ibadah yang mulia bagi umat muslim di dunia. Mendapatkan keberkahan saat kita mengerjakannya. Serta termasuk dalam rukun islam, yaitu membaca dua kalimat syahadat, melakukan sholat, berpuasa, membayar zakat dan haji. Biasanya ibadah haji diiringi dengan penyembelihan hewan qurban seperti unta, kambing, domba ataupun  sapi.

Dikalangan masyarakat berkembang tentang pemahaman bahwa zakat dan qurban adalah ibadah yang sama. Berbagi pada masyarakat yang membutuhkan atau fakir miskin. Meski zakat dan qurban dapat dikatakan ibadah yang sama dalam tujuan sosial. Namun sejatinya zakat dan qurban itu adalah ibadah yang berbeda. Maka dari itu, mari kita pelajari tentang perbedaan terkait zakat dan qurban.

PERBEDAAN ZAKAT DAN QURBAN

1. PENGERTIAN ZAKAT DAN QURBAN

ZAKAT
Zakat adalah sejumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam, apabila telah mencapai nishab dan haul. Secara bahasa, zakat berarti suci, bersih, tumbuh dan berkembang. Adapun zakat yang dikeluarkan tidak hanya zakat fitrah di bulan ramadhan. Akan tetapi, ada zakat maal yang harus dikeluarkan, meliputi zakat perdagangan, zakat pertanian, zakat hewan ternak,zakat emas dan perak, zakat profesi atau penghasilan, zakat investasi, zakat perusahaan dan zakat tabungan.

“Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Baqarah : 110)

QURBAN
Qurban adalah ibadah dengan menyembelihkan hewan berupa unta, kambing, domba atau sapi pada hari Raya Idul Adha dan hari-hari Tasyrik tanggal 11,12,13 Dzulhijjah), untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Secara bahasa, Qurban adalah bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Kata Qurban berasal dari bahasa Arab, “Qurban” (قربان) yang artinya dekat.

Dari Aisyah RA, Nabi SAW bersabda, “Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada hari raya Kurban yang lebih dicintai Allah SWT dari menyembelih hewan Kurban. Sesungguhnya hewan Kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya sebelum darah Kurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kalian semua dengan (pahala) Kurban itu.” (HR Tirmidzi).

2. HUKUM ZAKAT DAN QURBAN

ZAKAT
Seperti yang telah kita ketahui berdasarkan pengertian zakat, maka zakat hukumnya adalah wajib. Allah SWT berfirman “Ambil lah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka”. (Q.S. At-Taubah :103).

Adapun ancaman bagi orang yang tidak menunaikan zakat, “Sampaikanlah berita gembira pada orang-orang yang menyimpan  hartanya (tidak mau membayar zakat) bahwa batu-batu yang dipanaskan di neraka Jahannam akan diletakan di puting mereka hingga keluar dari pundaknya, dan diletakan di pundaknya hingga keluar dari puting kedua dadanya, hingga membuat tubuhnya bergetar tidak karuan.” (HR. Bukhari)

QURBAN
Ibadah kurban hukumnya adalah sunnah muakkad. Sunnah yang sangat dianjurkan dan diutamakan.  Akan tetapi, berkurban juga bisa menjadi wajib, jika pequrban menjadikannya sebuah nadzar.

Bagi orang yang memiliki kelebihan rezeki, maka dianjurkan berkurban. Apabila ia mampu tapi meninggalkannya, maka dihukumi makruh. "Barang siapa yang memiliki kelapangan [harta], sedangkan ia tak berkurban, janganlah dekat-dekat tempat salat kami," (H.R. Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim).

3. PENERIMAAN QURBAN DAN ZAKAT

ZAKAT
Penerimaan zakat secara syari’at islam tegas mengatakan bahwa  "Sungguh zakat itu hanya untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah maha mengetahui, maha bijaksana." (QS At Taubah : 60). Orang yang berhak menerima zakat itu sangat terbatas, yaitu 8 asnaf dan tidak boleh dibagikan di luar tersebut.

QURBAN
Penerimaan qurban ini bisa dikatakan sangat luas. Qurban dapat diberikan kepada siapa saja termasuk kita sendiri disunahkan untuk memakan nya. Namun bagian ini tidak semua kita memakan nya sendiri. Allah SWT berfirman “Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Daging daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS Al Hajj : 36-37).

4. WAKTU PELAKSANAAN QURBAN DAN ZAKAT

ZAKAT
Zakat dikeluarkan apabila telah mencapai nishab dan haul. Khusus untuk zakat fitri, dilakukan sebelum shalat Idul Fitri. Bahkan ada pendapat ulama yang membolehkan dilakukan sejak awal ramadhan. Sedangkan waktu pelaksanaan zakat-zakat lain ada yang dikeluarkan pada setahun, sebulan dan 7 hari dalam seminggu. Semua kembali kepada jatuh tempo masa kepemilikan yang sudah memenuhi haul sejak tembus nilai nisabnya.

QURBAN
Qurban dilaksanakan seusai shalat Idul Adha, hingga tiga atau empat hari berikutnya. Tepatnya sejak selesai shalat Idul Adha pada tanggal 10 dan berakhir hingga masuk Maghrib di tanggal 13 bulan Dzulhijjah. Berarti total selama empat hari lamanya.

Dalam qurban tidak mengenal batas nishab dan haul, dalam penyembelihan hewan qurban tidak ada batas minimal dan nilai tertentu yang mewajibkan seseorang berqurban. hewan qurban atau pun uang untuk membelinya pun  tidak harus dimiliki dulu selama setahun. Dalam ibadah qurban, siapa saja yang merasa mampu membeli hewan qurban, maka ia boleh menyembelihnya.

5. BENTUK QURBAN DAN ZAKAT

ZAKAT
Bentuk zakat yang dikeluarkan bisa berupa uang tunai, atau bisa juga dalam bentuk hewan, hasil panen, emas, perak, dan lainnya. Semua tergantung jenis zakatnya. Zakat yang dikeluarkan pun harus sesuai nisab dan haul.

QURBAN
Qurban harus berwujud hewan tertentu yang disembelih dengan jenis hewan tidak boleh sembarangan. Hewan yang bisa disembelih antara lain kambing, sapi dan unta, atau variannya.

Kajian Qurban dengan Tema Persiapkan Kendaraan Akhiratmu

Nah sobat, dalam hal ini qurban dan zakat sangat berbeda. Terlebih lagi didalam zakat ada perantara yang disebut Amil. Sedangkan qurban tidak ada namanya amil, akan tetapi disebut Panitia Qurban. Di masjid, musholla ataupun lembaga zakat membentuk panitia untuk menerima dan mendistribusikan qurban dari para masyarakat yang hendak berqurban.

Oleh karena itu, DSM sebagai lembaga amil zakat telah membentuk panitia qurban dan siap mendistribusikan hewan qurban Anda, hingga ke pelosok ataupun warga yang terdampak bencana. Sejak 2017 Dompet Sosial Madani telah menerapkan “Qurban Ramah Lingkungan”. Dengan menggunakan, besek, daun pisang, daun jati dan tali yang terbuat dari bambu, sebagai bungkus daging qurban yang akan disalurkan hingga ke pelosok.

Mari berqurban dengan tetap ramah lingkungan dan tebarkan banyak kebahagiaan.
Info Lanjut Hubungi WA Center Atau Qurban Pelosok

  

Bagikan artikel ini untuk orang-orang terdekat anda melalui :