Qadha Puasa atau Fidyah?
25 Februari 2021

Pada dasarnya Allah mewajibkan kita berpuasa dibulan ramadhan. Namun ketika seorang muslim tidak bisa menjalankan puasa ramadhan karena beberapa uzur (halangan). Maka, berlaku dua pilihan untuk menyelesaikannya. Yaitu dengan qadha puasa atau membayar fidyah.
 

“…..Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya…..” (Q.S. Al Baqarah: 184).

Qadha adalah puasa pengganti yang dilakukan di luar bulan ramadhan  Sedangkan Fidyah berarti mengganti atau menebus ibadah yang ditinggalkan, dengan berupa pemberian bahan makanan pokok atau makanan untuk menggantikan kewajiban berpuasa.


Siapa Saja Yang Harus Qadha Atau Fidyah?



Bagaimana Cara Menghitung Fidyah?

 

Ukuran mud adalah ukuran tapak tangan manusia untuk memuat atau menampung bahan makanan, seperti gandum, kurma dan lainnya. Kalau diukur dengan ukuran zaman sekarang, 1 mud = 675 gram bahan makanan yang mencukupi untuk makan sehari.

Dengan begitu perhitungannya menjadi:

(jumlah hutang puasa) x (harga 0,675 kg bahan makanan yang cukup untuk sehari) = jumlah fidyah yang dibayarkan.
Misalnya: 5 hari hutang puasa x Rp35.000 (perkiraan harga makanan satu hari atau 2 kali makan) = Rp175.000.


Kemana Fidyah Disalurkan?

 

Orang- orang yang berhak menerima fidyah

  • F akir adalah mereka yang tidak memiliki harta dan pekerjaan. Sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,tentu butuh bantuan salah satunya dari dana fidyah. Sedangkan orang miskin adalah mereka yang memiliki sedikit harta, dan memiliki pekerjaan, namun masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok yang paling dasar. Mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Maka dari itu berhak menerima dana fidyah..
  • Yatim, janda Dhuafa.
  • Hamba sahaya, atau budak, bisa menjadi orang yang berhak menerima fidyah, apabila kondisinya sangat miskin dan tidak berkecukupan makan untuk sehari-hari.
  • Orang yang sedang dalam perjalanan dan orang yang berjuang di jalan Allah, apabila kondisi ekonominya benar-benar miskin dan sangat kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, maka diperbolehkan menerima fidyah. Namun, apabila mereka masih punya daya dan perbekalan yang cukup, maka tidak tidak berhak mendapatkan fidyah.

Fidyah Anda sangat bermanfaat di tengah kondisi pandemi covid-19. Terutama untuk lansia, orang terlantar, keluarga prasejahtera dan mereka yang jadi miskin karena corona, yang ada di pelosok Indonesia. Saat ini, Anda bisa membayar fidyah lebih cepat. Melalui fidyah Anda, banyak orang miskin akan terpenuhi kebutuhan makannya. Sebab Dompet Sosial menyalurkan fidyah dalam bentuk makanan siap santap (nasi kotak).




 

Sobat, Masih bingung bagaimana membayar fidyah melalui Dompet sosial Madani?

Hubungi kami di WA Center

 

Bagikan artikel ini untuk orang-orang terdekat anda melalui :