Pelatihan Perawatan Jenazah di Aula TK Diponegoro Singaraja
25 November 2019

Kewajiban seorang muslim terhadap saudaranya yang meninggal adalah merawat dan mengurusnya. Sehingga dibutuhkan kader - kader dalam mengurus jenazah secara syariat islam apalagi di daerah minoritas seperti di Bali ini.

 

Ahad (24/11) DSM Dompet Sosial mengadakan Pelatihan Perawatan Jenazah yang bertempat di Aula TK Diponegoro Jln. Bukit Indah Gg. 2 No. 1 Singaraja yang diikuti oleh 50 peserta dari berbagai daerah di Buleleng seperti Banyupoh, Sanggalangit, Patas, Panji Anom, Tegallinggah, dari sekitaran Singaraja dan juga Banyuning.

 

Pelatihan diisi oleh ibu Ning Supriyah dan ibu Hj. Mukiyati, dimana beliau sudah berpengalaman dalam mengurus jenazah.

"Yang utama adalah niat dalam mengurus jenazah bukan untuk tujuan materi dan ketenaran tapi hanya berniat untuk tujuan Lillahi ta'ala," terang ibu Ning Supriyah selaku Pemateri.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh pejabat Kementerian Agama.

"Jarang sekali lembaga yang mengadakan pelatihan seperti ini bahkan saya sudah lama mengusulkan pelatihan perawatan jenazah ini di kemenag tapi belum ada respon, alhamdulillah DSM sudah mengerjakan. Saya sangat bangga dengan DSM yang bisa mengadakan kegiatan pelatihan ini karena program seperti ini sangat penting. Kalau bisa disetiap majelis taklim bisa mengadakan kegiatan ini dengan peserta bapak dan ibu sehingga disetiap daerah bisa merawat dan mengurus jenazah sendiri," kata bpk H. Ali Mustofa S.Ag sebagai Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Buleleng.

Peserta sangat antusias dan fokus dalam mengikuti tahapan demi tahapan yang disampaikan dan juga melakukan praktek langsung sehingga peserta betul - betul memahami dalam penanganan jenazah.

"Oke banget pelatihan ini, terutama suasananya, cair dan santai padahal materi cukup berat & butuh kesiapan mental. Tidak seperti yang dibayangkan saat sebelum dimulai, kayak gimana gitu tapi ternyata alhamdulillah everything is running well," ungkap ibu Yeni Aridewi Baedowi salah satu peserta pelatihan.

Apresiasi juga disampaikan oleh peserta lain.

"Semoga DSM lebih dikenal oleh khalayak dan mampu berkontribusi lebih baik untuk umat, sukses selalu DSM," kata ibu Fatwa Susanti juga salah satu peserta pelatihan.

 

www.dompetsosial.id

Bagikan artikel ini untuk orang-orang terdekat anda melalui :