KERJA DI BALI, ZAKAT DI BALI
05 Oktober 2020

Bali, merupakan salah satu pulau yang berada di Negara Indonesia. Pulau yang dikenal sebagai Pulau Dewata, menyimpan keindahan alam yang mempesona. Tak jarang para wisatawan lokal maupun mancanegara, datang ke Bali untuk berlibur, bahkan merantau mencari kerja. Kebudayaannya yang kental, kerukunan antarumat bergama, serta keramahan-tamahan masyarakatnya. Menjadi ciri khas Pulau Dewata. Mata pencaharian penduduk Bali cukup beragam. Dari petani, pengrajin, pedagang dan berbagai bidang jasa, serta pariwisata.

 

Bagi mereka yang tinggal dan bekerja di sini. Bali adalah sumber rezeki. Dengan tinggi nya ekonomi. Pariwisata Bali menawarkan hasil yang menjanjikan. Bagi siapa saja yang datang. Akan tetapi, di balik kemegahannya. Ternyata masih banyak saudara kita, yang tak dapat menikmatinya. Terutama mereka, yang berpendidikan rendah dan jauh dari pusat pariwisata. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk sadar. Serta peduli pada mereka dengan berzakat.

 

Zakat merupakan salah satu rukun islam yang wajib ditunaikan. Secara bahasa, zakat berati suci, bersih, tumbuh dan berkembang. Allah SWT berfirman “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan berzakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka”. (At-Taubah 9:103). Tentu, dalam berzakat tidak sembarangan mengeluarkannya. Kita perlu tahu dengan jelas zakat itu bagaimana. Ada beberapa syarat sahnya zakat, yaitu muslim, merdeka, berakal sehat, hartanya mencapai nishab dan haul. Serta didapatkan dengan cara halal dan jelas.

 

Selain itu, penerima zakat pun terbatas. Hanya untuk 8 golongan (asnaf) saja. Seperti fakir (orang yang tidak memiliki harta dan penghasilan), miskin (orang yang harta atau penghasilan ada, namun hanya bisa mencukupi setengah dari hidupnya), riqab (hamba sahaya), gharim (orang yang memiliki hutang kebutuhan hidup), fisabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah SWT) ,amil (petugas pengunpul dan pembagi zakat) ,mualaf (orang baru masuk Islam yang masih lemah imannya) dan ibnu sabil (orang yang melakukan perjalanan untuk tujuan baik). Adapaun jenis zakat yang harus dikeluarkan. Ketika memenuhi syarat di atas adalah zakat perdagangan, zakat pertanian, zakat hewan ternak,zakat emas dan perak, zakat profesi atau penghasilan, zakat investasi, zakat tabungan  dan zakat fitrah waktu ramadhan. Diantara jenis-jenis zakat tersebut, dalam mengeluarakan zakat tidaklah semua sama dan memiliki cara perhitungan yang berbeda-beda.

 

Seyogyanya, ketika kita mencari rezeki di Bali. Maka zakatnya juga ditunaikan untuk saudara kita di Bali. Seperti kata pepatah “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”. Sudah selayaknya kita ikut andil dan peduli pada kondisi masyarakaat Bali. InsyaAllah kami DSM Bali siap menyalurkan zakat Anda. Zakat tersebut akan kami salurkan dalam bentuk bantuan dan program. Zakat Anda sangat berarti untuk mereka, terutama untuk daerah-daerah pelosok Bali. Agar saudara kita yang tak dapat menikmati kelimpahan ekonomi pariwisata Bali. Dapat bertahan dan mandiri.

 

Sobat, Masih bingung bagaimana berzakat di Bali?

Hubungi kami di  081237671819.

 

Catatan: DSM adalah lembaga filantropi dari Bali. Berbagi untuk mewujudkan masyarakat mandiri, berkarakter, dan ramah lingkungan di Indonesia.

Bagikan artikel ini untuk orang-orang terdekat anda melalui :