Fasilitasi Kesehatan Dari Wakaf
18 Februari 2021

Mengenal Fasilitas Kesehatan Dari Wakaf Di Berbagai Negara

Sobat, berwakaf sudah diajarkan sejak zaman Rasulullah SAW beserta para sahabatnya. Tak ada kegundahan dalam mengeluarkan harta. Sebab dengan berwakaf, maka telah memberi banyak manfaat secara luas. Wakaf tidak hanya untuk tempat ibadah saja. Namun dana wakaf bisa digunakan untuk kegiatan produktif lain nya contoh nya kesehatan. Sehingga banyak masyarakat baik staff, dokter ataupun pasien tertolong oleh adanya fasilitas kesehatan.

Fasilitas Kesehatan Wakaf

- Rumah Sakit Bimaristan

rumah sakit ini adalah rumah sakit bersejarah di kota tua Damaskus, pada masa Dinasti Umayyah, yang di pinpim oleh Khalifah Walid bin Abdul Malik. Rumah Sakit Bimaristan dibangun dengan sistem wakaf, dimana mempekerjakan para dokter dan perawat untuk memberikan pengobatan gratis dan perawatan kepada pasien fakir dan miskin.

Sekitar 50 Rumah Sakit Bimaristan tersebar di berbagai daerah untuk berbagai pengobatan setiap penyakit. Tidak hanya itu, selain menyediakan berbagai fasilitas kesehatan. juga disediakan fasilitas ibadah, seperti masjid dan gereja.

-  Rumah Sakit Al Mansuri

Rumah sakit ini berdiri pada tahun 1284 M. Dipimpin oleh raja Al Mansuri Saifuddin, Kairo. Sebanyak 4.000- 8.000 pasien mampu ditampung.

Layanan gratis yang diterima oleh pasien, bukan hanya biaya pengobatan atau perawatan di rumah sakit saja. Pasien juga diberikan makanan dan uang kompensasi selama berada di rumah sakit. Bahkan ada uang saku untuk pasien yang sudah diperbolehkan pulang, kemudian jika ada yang meninggal, maka biaya pemulasarannya akan ditanggung oleh rumah sakit. 

- Rumah Sakit Kanker

Di Arab Saudi, lembaga filantopi wakaf kesehatan. Jamiyyatul Iman Liri’ayati Mardha Sarathan al-Khairiyyah (Lembaga Kebajikan al-Iman untuk Perawatan Penderita Kanker). Jeddah yang membangun umah Sakit Wakaf untuk Pengobatan Kanker di atas tanah wakaf seluas 4.700 M2 dengan bangunan 14 lantai. Rumah Sakit wakaf ini selain memberikan layanan kesehatan, juga sebagai tempat rehabilitasi sosial dan psikologi bagi penderita kanker. Yang menarik dari Rumah Sakit ini, ada area komersial sebagai wakaf produktif yang hasilnya untuk membiayai operasional rumah sakit yang memberikan layanan secara gratis.

 

- Rumah Sakit Ishak Haroon.

Rumah sakit ini merupakan wakaf dari Mrs. Azmatul Nisa, yang berada di Negara Pakistan. Sistem nya mengenakan biaya yang minim, yaitu 40 rupee atau setara 7. 689 rupiah dan 100 rupee saja, untuk berobat umum serta ke spesialis.

Tidak hanya itu juga, di tempat ini menyediakan kotak infaq. Dana tersebut, nantinya akan digunakan untuk kesejahteraan pasien. Agar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.


- Klinik Waqaf An-Nur.

Klinik ini didirikan tahun 1998 dan ada 24 klinik diseluruh Johor, Malaysia. Dalam klinik tersebut, memberikan pelayanan kesehatan kepada semua masyarakat dari berbagai negara dan agama. Pasien yang berobat dilayani oleh dokter spesialis  dan hanya dikenakan biaya RM5 (Lima Ringgit Malaysia) sudah termasuk dengan obat-obatan. Sebanyak 1.878.869 pasien mendapatkan pelayanan kesehatan, baik pasien muslim dan non muslim.

- Rumah Sakit Islam Malang.

Rumah sakit berdiri atas tanah wakaf sejak tahun 1994.  Total aset  yang dimiliki lebih dari 50 miliar. Dana wakaf produktif yang terkumpul, digunakan untuk perluasan  bangunan rumah sakit. Sehingga mampu memberikan fasilitas yang lebih baik bagi umat.

- Klinik Rumah Sehat Madani.

Klinik ini adalah klinik yang dikelola oleh Dompet Sosial Madani dan merupakan  tempat pelayanan kesehatan yang terdiri dari layanan kesehatan umum, gigi, gizi, persalinan ibu dan anak. Klinik Rumah Sehat Madani berdiri pada tahun 2009 di Denpasar, Bali dan dibangun atas tanah wakaf dari donatur DSM.

Adapun program ini bertujuan untuk membantu masyarakat miskin dan dhuafa yang kesulitan, untuk mengakses kesehatan. Layanan ini menerapkan skema subsidi silang. Dimana bagi warga dhuafa yang mengalami kesulitan ekonomi. dapat berobat disini secara gratis. Asalkan warga tersebut benar-benar membutuhkan. Akan tetapi, bagi warga yang mampu secara ekonomi. Maka disarankan untuk berinfak. Sebab dari dana tersebut akan dipergunakan, untuk membiayai mereka yang tidak mampu. Sehingga warga miskin dan dhuafa juga mendapat pelayanan kesehatan.

Selain itu juga, dana wakaf dipergunakan untuk membeli keperluan operasional klinik, memberi upah perawat, dokter ataupun staff di klinik tersebut. Serta juga memfasilitasi pelatihan-pelatihan tentang kesehatan, layanan kesehatan keliling, khitan dan ambulance.


Semoga bermanfaat

Bagikan artikel ini untuk orang-orang terdekat anda melalui :