Adik Kainan Kini Tersenyum Lagi
05 Oktober 2018

Adik Kainan dan Ibu Ika tertimpa reruntuhan rumahnya saat gempa Lombok. Mereka tak sempat melarikan diri, beruntung kakak yang juga tetangga menolongnya.
Wajah Ibu dan anak ini berlumur darah. Jari Kainan nyaris putus karena tertimpa reruntuhan, sang Ibu kepala dan telinganya tertimpa genting dan seng. Begitu cerita tetangga yang menolongnya.
Malam pertama pasca gempa, warga tidur di lapangan beralaskan tanah dan beratapkan langit. Tanpa bantal dan selimut, baru hari kedua warga membuat dua tenda yang ditempati 86 KK.
"Saat siang sangat panas udaranya dalam tenda dan malam sangat dingin. Anak-anak tidak nyaman, bahkan Kainan sangat hitam karena terbakar panasnya matahari." Cerita Ibu Swastin, bibirnya Kainan.


"Alhamdulillah sekarang dengan rumah harapan kami senang dam nyaman. Adik Kainan ceria dan tidak gosong lagi." Cerita Ibu Kainan didampingi Ibu Suwastin, seseorang yang menolong nyawanya di reruntuhan.


Kini Ibu Swastin juga tinggal di Rumah Harapan, suami mereka berdua sama-sama merantau ke Kalimantan.
Terimakasih para donatur, kontribusi kita kembalikan senyum dan harapan mereka, saudara yang mencoba bangkit di Lombok.
Masih ada ratusan keluarga lain yang ingin bangkit dan punya rumah harapan, mari ambil peran berikan harapan baru.

 

Bagikan artikel ini untuk orang-orang terdekat anda melalui :