Ayo Dukung Gerakan Bersih – Bersih Mushola Jelang Ramadhan
May 9, 2017
[EVENT] Raih Keberkahan Ramadhan Bersama Keluarga
May 12, 2017
Show all

Alhamdulillah, DSM Bali telah menyalurkan beasiswa kepada 4 orang pelajar yang akan melanjutkan dan sedang meyelesaikan sekolahnya. Terimakasih kepada para donatur, semoga berkah. Berikut beberapa dokumentasi dan info dari masing-masing mustahik.

1. Jum’at (28/04) team DSM Bali menyalurkan bantuan kepada Muhammad Riscy Windiandra.

Riscy, begitu sapaannya, merupakan anak pertama dari pasangan Bapak Dwi dan Ibu Sri yang tahun ini harus melanjutkan pendidikannya ke jenjang Sekolah Dasar. Ibu Sri bekerja sebagai pedangang somai dan menitipkannya ke kantin-kantin perguruan tinggi, sedangkan bapak Dwi bekerja sebagai tukang dengan penghasilan yang tidak menentu.

“Saya sudah keliling dari satu sekolah ke sekolah lain, tapi biaya masuknya mahal. Saya tidak bisa membayar semuanya sendiri.”
“Saya ingin anak sekolah, terserah mau dimana saja. Meskipun harus meminjam uang kemana-mana tidak jadi masalah” tutur bu Sri kepada team DSM yang bersilaturahim kekediamannya.

2. Jum’at (5/5), team DSM menyalurkan bantuan pendidikan untuk adik January Satya Ega.

Ega, itulah sapaannya, sekarang duduk dibangku kelas III SMP dan ingin melanjutkan pendidikannya ke bangku Sekolah Menengah (SMA).Ketidak mampuan keluarganya menjadikan ia kesulitan untuk melanjutkan pendidikan. Namun, tekad yang kuat untuk tidak putus sekolah, memberikan harapan kepada keluarga nya untuk tidak pula putus harapan dalam bekerja dan terpaksa meminjam uang kesana kemari untuk biaya masuk sekolah.

3. Selasa (2/5) team DSM menyalurkan bantuan pendidikan untuk adik Difa dan Fadlan. Difa yang saat ini duduk dibangku kelas 1 SMP sudah menunggak biaya SPP selama dua bulan sedangkan Fadlan yang duduk dibangku kelas III SMP belum membayar uang UN.

Setiap hari, Fadlan dan Difa harus berbagi sepeda dengan sang ibu yang berjual gorengan keliling. Ketika Fadlan dan Difa pulang sekolah, maka sepeda akan digunakan oleh ibunya untuk berkeliling. Waktu untuk berjualan pun tidak banyak, karena Fadlan dan Difa harus belajar ngaji ketika sore hari.
Bapak Fadlan dan Difa bekerja sebagai penjual Fried chicken milik orang lain. Jarak tempat jualan dan tempat tinggal pun cukup jauh. Kendaraan yang digunakan oleh Bapak kedua ini pun merupakan pinjaman dari pemilik Fried Chicken tempat ia bekerja.

” terimakasih banyak team DSM, saya tidak tahu harus kemana lagi mencari bantuan. Pendapatan saya dan suami tidak cukup untuk bayar sekolah, uangnya habis untuk keperluan sehari-hari. Anak terakhir saya masih bayi, jadinya pengeluarannya cukup banyak” tutur ibu dari Difa dan Fadlan.
—————

Terimkasih kepada Donatur yang telah mempercayakan DSM Bali. Semoga dimanapun berada di Lindungi Allah S.W.T, aamiin

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *