Kondisi Pengungsi Memburuk, DSM Bali Lakukan Layanan Kesehatan di Karangasem
September 27, 2017
Peresmian Program Rumah Gula Semut Bali, Menyehatkan dan Menyejahterakan
October 27, 2017
Show all

Minggu (1/10) Dompet Sosial Madani (DSM) kembali menyalurkan bantuan untuk para pengungsi Rohingya berupa makanan pokok, alat masak, dan alat mandi sebanyak 2000 paket di Distrik Theknaf, sekitar 50 km arah selatan dari Coxs Bazar, Bangladesh. Bantuan tersebut berasal dari para mitra baik donatur perorangan atau pun donatur lembaga yang menitipkan donasi kemanusiaan untuk Rohingya melalui DSM.

“Alhamdulillah DSM bulan ini kembali menyalurkan bantuan ke Rohingnya dengan lancar. Sebelumnya di awal tahun kami membangun madrasah untuk anak-anak Rohingya dan Shelter Pengungsian bersinergi  dengan lembaga-lembaga lain” ujar Andy Krisna, direktur DSM.

Dipilihnya Distrik Theknaf sebagai lokasi salur dikarenakan lokasi camp-camp pengungsinya cukup terisolir dibandingkan dengan camp-camp pengungsi yang berada di Kutopalong dan Balukhali. Hal ini menyebabkan bantuan-bantuan kemanusian sedikit terlambat masuk ke wilayah ini, padahal para pengungsi sangat membutuhkan bantuan tersebut. Relawan kemanusiaan yang membawa bantuan DSM terkoordinasi di bawah Indonesian Humanitarian Alliance (IHA) cukup merasakan kelelahan akibat dehidrasi.

Ketika kami berbincang-bincang dengan beberapa warga lokal, kami pun menemukan salah seorang pengungsi yang memiliki luka tembak di bahu kanan belakang yang masih basah dan terbalut perban. Namanya Abdullah, usianya pun masih muda, baru 22 tahun. Dia bercerita bahwa ketika para pengungsi sedang berlari menuju ke arah sungai, begitu banyak suara tembakan yang terdengar, dan tak tahu darimana arah dan suara tembakan tersebut berasal. Hingga akhirnya ia jatuh tersungkur dan kemudian tersadar bahwa bahu kanannya telah tertembak, lalu keluarganya dan beberapa pengungsi yang lain membantunya berlari hingga akhirnya berhasil menaiki perahu untuk menyeberang ke arah Bangladesh. Mereka juga mengatakan, bahwa wilayah-wilayah yang berada di sekitaran sungai pun tak luput dari ranjau darat yang dipasang oleh para tentara-tentara Myanmar untuk menghalau para pengungsi berlari menuju arah sungai.

Mayoritas dari mereka pun berkeinginan untuk kembali ke kampung halamannya di Arakan jika situasi dan kondisi sudah membaik. Karena mereka merasa Arakan adalah tanah airnya dan tanah warisan dari leluhurnya. Mereka hanya ingin hidup dalam damai, bisa menjalankan aktivitas ibadah dan sosial serta hidup berdampingan dengan satu sama lain. Bersyukurlah kita yang tinggal di Indonesia, dengan beragam suku bangsa dan budaya, kita masih bisa mempertahankan ketenteraman dan kedamaian itu hingga kini, sehingga dengan keleluasaan itu,  kita bisa menjalankan aktifitas ibadah dan aktifitas sosial kita dengan aman.

Terimakasih kepada para donator yang telah menyalurkan bantuan kepada saudara kita pengungsi Rohingya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *