DSM, Solusi Zakat Di Bali
20 Mei 2020

Di Bali, jumlah muslim tidak banyak. Data statistik menyebutkan, ada 520.244 jiwa atau 13,37% dari 3.890.757 jiwa penduduk Bali. Meski minoritas, antusias berzakat cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah donatur yang menunaikan zakat ke Dompet Sosial Madani (DSM). Dari tahun ke tahun selalu ada peningkatan, meski tidak terlalu besar.

Minat berzakat semakin tinggi ketika kanal pembayaran online meningkat. Berzakat makin mudah melalui sarana online. Spirit berzakat ini memang tidak terjadi secara langsung. Ada proses panjang yang dilakukan. DSM sejak awal mengedukasi donatur untuk menunaikan zakat. Upaya meningkatkan kesadaran zakat terus dilakukan melalui edukasi zakat.

Sosialisasi zakat telah berlangsung lebih dari 15 tahun. Sosialisasi dilakukan melalui kunjungan ke kantor, pasang spanduk, kerjasama dengan media, dan sekarang lewat online.

DSM bisa dibilang sebagai lembaga zakat tertua di Bali yang dikelola berbasis yayasan dan berkantor di luar masjid. Didirikan pada tanggal 25 Agustus 2001, DSM fokus pada pengelolaandana umat yanf terdiri zakat, infaq, sedekah, wakaf, dan dana sosial lain.

Hasil penghimpunan dana ZISWAF disalurkan DSM dalam bentuk program dan ragam bantuan. Program terdiri 4 bidang, yakni kesehatan, kemanusiaan, pemberdayaan, dan lingkungan. Bentuk bantuannya juga beragam, dari bantuan karitatif, fasilitas sosial, sampai pengembangan komunitas berbasis pemberdayaan.

DSM hadir sebagai solusi zakat di Bali. Lahir di Bali. Siap memberikan kontribusi bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

 

Bagikan artikel ini untuk orang-orang terdekat anda melalui :